Reuni Ulun Lampung

assalamualikum wr. wb.


salam hangat ulun lappung.

  Nyow kabar jamou-jamou kew sai sikep dan sai ganteng, mudah-mudahan selalu dalom keadaan sehat waalfiat. Oleh kak sako gham mak setembuan, ekam wat rencana  ngadake reuni sai tujuan no nyambung silahturahmi dan batar sai hasilno dapok gham sumbangko adok panti asuhan anak yatim piatu.
Rencana no reuni gham jo dilaksanake :
Hari / tanggal : minggu / 18 maret 2012
Jam               : 10.00 WIB s/d selesai


Tempat          : nuwo ekam di rajabasa
   Gham jamou jamou berdoa supayo gham terbekas anjak halangan, gham dapok setembukan, nyeretoke pengalaman selamo gham pisah dan musik mohow. sappai di jo pai undangan ekam.

wassalamulaikum wr. wb.
Hormat ekam

Ardian Sepandra Gupta

My Favorite Habbit

Every day I do a lot of activities. But among the activities that I have a few activities that I love. 
I often see the sights in the morning. When go home I often listen to songs from my favorite band

When the free time at home I often invite my friends to play soccer in a field near our house. 

I do not like the world of the Internet like any other teenager because I was not interested in it. I also like to watch news on television

That's the things I like and I will always do every day .

MY OPINION ABOUT TUGU TANI



MY OPINION ABOUT TRAGEDI TUGU TANI


From the human side, it still deserved the tragedy victims' families angry, resentful and even blaspheming the offender. It is humane, because they lose people they love in a very short time in a tragic and cruel as well. Then what about those who have nothing to do with the incident? We follow it proper angry, sad, or even laugh?
But instead it is simply an expression of emotion for a moment only, not to expressions of emotion are maintained so that the resulting disruption, ental and the psychology of the person causing the disruption of activities of such person in his life menjalanani fore. Toch with the perpetrator of such blasphemy, the situation can not go back as before, life must go on and do not stop here.
Try to hold back, get closer to God, and try to continue to voluntarily. Let this case be resolved by officers authorized by law in Indonesia. Do not want to ride by people who would take advantage of this event shortly, be it media, politicians, celebrities, and the LBH LBH-fake. Keep the spirit to live this life again, because it was never able to be turned away, let alone told to wait. But it still continues to oversee the legal process of this case, in order not to deviate much from a sense of justice. 





Of the offender and his family are expected to have a good etikat and sense of responsibility to the families of the victims. Apologies should be conveyed directly to the victim, were able to give compensation to them as proof of your responsibility and your good intentions.
Stop blaspheming, abused because it will surely come back to yourself and will not affect the state.
I think the death penalty, or life is not fair to him. Because it was no foul committed by Afriani sister, and besides what's in it for him to accidentally hit those people. So let the law enforcement agencies we work in peace without the intervention of outside forces that try to confuse the situation lead opinion. Besides, with current conditions Afriani and his family also has received from the public morals, not to mention later Afriani will hold the title of a former prisoner of his life.
Think positive and confident behind it all there must be a silver lining. What we must do now is that it does not happen again for all the people of Indonesia and the world.

Autobiografi

 Autobiografi



Pada hari Selasa tanggal 6 Agustus 1996 pukul 15.15 WIB di Rumah Bersalin Santa Ana di kota Tanjung Karang lahirlah seorang bayi berjenis kelamin laki-laki , bayi tersebut diberi nama lengkap Ardian Sepandra Gupta ,dan itulah saya.
   Saya adalah putra dari pasangan suami-istri bernama Candra Gupta S.sos dan Septiana SPd . Ayah dari saya bekerja di PT. KITITA ALAMI sebagai Kabag. Operasional dan ibu saya bekerja di SMPN 3 Natar sebagai Guru . Ayah dari saya berasal dari suku Sumatra Selatan dan ibu saya berasal dari suku Lampung.
    Saya berasal dari keluarga sederhana dan disiplin , saya di ajarkan cara hidup menjadi seseorang yang sederhana,bukan berpoya-poya dengan apa yang di miliki, dan bersyukur dengan apa yang sudah di miliki. saya merupakan anak satu-satunya dalam keluarga.

1. Masa Balita


  Saya lahir dengan memiliki berat 2.8 kilogram dan tinggi 49 cm. Saya pada masa balita nya tinggal di Natar , Lampung Selatan . Disana banyak hal-hal yang saya lakukan . saya hampir pernah di tabrak mobil truk saat berusia 1 tahunan . Ketika itu banyak orang yang melihat dan spontan teriak atas kejadian itu .saya dapat merambat dan berdiri pada usia 10 bulan . Dan disaat penulis berusia 11 bulan , Ia mampu berjalan .
   Disaat umur 3 tahun saya pernah mengeluarkan darah dari kepalanya karena disaat setelah mandi , saya berlari-lari dapat pelipisnya menabrak kaca meja ruang tamu , spontan ibu saya melihat dan langsung membawanya ke Rumah Sakit terdekat .
   saya sering dibawa oleh tantenya ke rumah nya . Disaat itu mungkin karena menginginkan seorang anak,  saya yang selalu dibawa nya .
   Lalu pada saat saya berumur 3 tahun , saya pindah ke Raja Basa Permai , Bandar Lampung . Di daerah sekitar terdapat banyak anak-anak yang berusia sama denganku , Kami menjalani hidup bersama dan selalu bermain bersama . Kami bukan golongan anak nakal makanya Kami lebih sering berkumpul di salah satu rumah Kami untuk bermain , bukan seperti anak-anak lain yang gemar bermain di tempat yang jauh dan dilarang oleh orang tua. Namun suatu saat Kami pun jarang bermain bersama lagi karena salah satu dari teman saya sudah ada yang harus belajar di TkK nya . Karena saya ingin juga bersekolah bersama teman-teman nya maka akhirnya saya pada tahun berikutnya juga bersekolah di TK yang sama dengan teman-temannya.

 2. Masa TK(Taman Kanak-Kanak)


   Saya masuk ke pendidikan formal ketika berusia 3 tahun 10 bulan, saat itu saya dimasukkan di Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Kautsar 2000/2001 tepatnya di kelas 0 kecil . Banyak hal yang terjadi di TK tersebut , saya diperkenalkan dan belajar banyak hal seperti membaca , menulis dan banyak kegiatan lain yang dilakukan.

   Setelah melalui rangkaian cerita yang unik dan indah 2 tahun berada di TK , akhirnya saya melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi , yaitu Sekolah Dasar (SD) . Guru-guru di TK AK terbilang galak dan disiplin dalam hal membina siswanya

3. Masa SD(Sekolah Dasar)

 
  
   saya ketika SD didaftarkan di SD Swasta Al-Kautsar Bandar Lampung . Di SD Al-Kautsar ini penulis mendapatkan banyak pengalaman hidup dan banyak teman . Di SD inilah saya tidak hanya di ajarkan tentang nilai-nilai akademik , tetapi di ajarkan pula pendidikan yang berbasis agama dan nilai toleransi serta sopan santun terhadap sesama manusia. Ini dikarenakan Yayasan Al-Kautsar memang mengutamakan pendidikan yang berdasarkan dengan prinsip-prinsip agama Islam .
   Di SD Al-Kautsar ini saya memiliki banyak prestasi , mulai dari selalu mendapatkan ranking 3 besar sampai bisa menjuarai olimpiade. saya pernah mendapatkan ranking 1 selama 6 semester berturut-turut , ini merupakan suatu kebanggaan bagi penulis sebab saya selalu berada di kelas yang berata-ratakan orang cerdas dan rajin . Lalu prestasi yang tak mungkin dapat dilupakan oleh saya selama hidupnya yaitu dapat menjadi peringkat 1 olimpiade IPS di sekolah dan berhak maju sebagai wakil sekolah untuk membela sekolah di tingkat kecamatan . Dan hasilnya sungguh menyenangkan saya dapat menjadi peringkat 1 dan berhak mewakili kecamatan Rajabasa di tingkat kota Bandar Lampung . Pada ajang olimpiade tingkat kecamatan tersebut SD Al-Kautsar dapat menjadi juara umum dan berhak membawa piala bergilir kembali ke pelukan SD Al-Kautsar. Hal sangat menyedihkan pun saya alami, saat olimpiade tingkat kota akan dilaksanakan , saya malah mengalami sakit dan kehilangan kesempatan untuk mengikuti olimpiade tingkat kota tersebut .
   Namun saya tetap bersyukur mungkin itu yang terbaik buat saya. saya merasa bahagia pernah bersekolah di salah satu sekolah terbaik di Bandar Lampung . Waktu SD saya hanya mengikuti ekskul sempoa atau abacus . Di ekskul tersebut dari kelas penulis hanya sendirian , karena banya k teman-teman penulis lebih memilih ekskul yang berhubungan dengan olahraga seperti sepak bola , bola basket .dan bulu tangkis .
   Pada kelas 4 SD penulis mencoba untuk mengikuti ekskul pramuka , di pramuka saya hanya mengikuti kegiatan ini dalam waktu 3 minggu , minggu-minggu selanjutnya tidak mengikuti lagi karena ekskul itu terlaksana pada hari minggu , otomatis waktu yang digunakan untuk bersantai di rumah pun akan hilang .
   saya sering sekali menjadi pemimpin upacara dalam kegiatan-kegiatan di sekolah , meskipun tidak terlalu populer saya lebih sering menjadi pemimpin upacara ketimbang teman-teman lainnya.
   Saat kelas 5 SD saya mempunyai teman yang sangat rajin dan pintar . Atas dasar itu posisi ranking 1 yang tadinya penulis pegang akhirnya dapat direbut . Namun pengalaman tersebut dijadikan oleh penulis untuk dijadiakan sesuatu yang baik dan pembelajran untuk masa yang akan datang .
   Di kelas 6 SD saya bertemu banyak teman-teman yang berbeda baik dari tingkah laku dan cara mengakrabkandirinya .
   Akhirnya di hari menjelang kelulusan , nilai pun pun dibagi dan aku bersyukur atas nilai tersebut , nilai 9,8,9,8,9,8,9 menghiasi SKHU saya .
   saya bersyukur pernah bersekolah di SD terbaik di Provinsi Lampung.

Masa SMP ( Sekolah Menengah Pertama)

 Mungkin masa ini yang selalu akan saya ingat dalam hidupnya .
   Awalnya untuk masuk ke SMP favorit , saya mencoba mendapat bimbingan di sekolah yang diajarkan oleh wali kelas . Tapi karena efeknya belum cukup mampu membuat keyakinan saya untuk dapat masuk SMP favorit maka penulis mendaftarkan diri di Bimbel Al-Qolam. Guru yang mengajar disana mengajarkanku untuk selalu berusaha dan berdoa untuk mengejar segala cita-cita yang ada .
   Akhirnya setelah mengikuti beberapa TO dan konsultasi penulis memantapkan pilihan untuk mendaftar di :
 1. SMPN 2 B. Lampung
 2. SMPN 1 B. Lampung
 3. SMPN 22 B. Lampung

   Dengan rasa percaya diri yang tinggi saya akhirnya mengerjakan soal-soal yang terbilang gampang-gampang susah tersebut . Setelah 120 menit mengerjakannya , selesailah waktu untuk mengerjakannya .
   Dalam waktu kosong menunggu hasil test , saya melalukan rekreasi ke Kubah Emas . Jalan-jalan tersebut benar-benar dapat menghilangkan beban yang ada di kepala tentang bagaimana hasil test tersebut . Namun seiring berjalannya waktu , beban-beban itu muncul kembali dengan sendirinya  . Setelah 2 minggu , dikabarkan hasil test akan keluar semua sanak-saudara penulis berharap penulis dapat masuk di sekolah yang terbaik.
  Hari pengumuman pun tiba dengan harap-harap cemas saya mencari namanya di koran Radar Lampung , dan akhirnya ....
   ‘Alhamdulilah’ , saya dapat masuk SMPN 2 Bandar Lampung  , ibu penulis pun sampai meneteskan air mata haru karena anaknya dapat memenuhi ekspetasi besar yang di titipkan orang tua .
   Hal yang saya lakukan pertama kali di SMPN 2 yaitu menjalankan masa MOS yang berlangsung selama 3 hari. saya berada pada kelompok Eropa , disaat itu penulis berusaha menjalankan tugas dengan baik dan tidak melanggar aturan . Dalam 3 hari semua hal tersebut di kegiatan MOS itu berakhir dan berlangsung sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh penulis .
   Di kelas 7 tepatnya 1 SMP penulis masuk di kelas 7B , dikelas ini banyak sekali kenangan yang indah dan buruk . Disini penulis mengenal banyak orang-orang yang berasal dari sekolah yang berbeda . Lambat tapi pasti mulai terjain keakraban diantara penulis dan teman-temannya . Kelas yang tadinya adem-ayem menjadi kelas yang super ribut dibandingkan kelas lain .
   Di semester 1 nilai rapor saya lumayan kacau , saya berada pada peringkat 12 di kelas , sungguh itu adalah pukulan telak yang begitu dalam efeknya bagi saya . Kemauan belajar yang tadinya angin-anginan pun berubah menjadi konsisten . saya berusaha mendapatkan nilai-nilai yang tinggi di semester 2 nya , alhasil di semester 2 saya pun memantapkan dirinya sebagai yang terbaik dengan mendapatkan ranking 1 di kelas . Sungguh senang hati saya ketika itu dan syukur selalu dipanjatkan untuk Alllah SWT.
   Di kelas 8 SMP , penulis masuk di kelas 8.C dikelas ini banyak hal yang bisa diingat kembali mulai dari lelucon nya sampai kekesalannya .
   Di kelas 9 SMP , ini mungkin masa yang tak akan habisnya jika dikupas terus menerus . Belajar bersama , tidak mengerjakan PR bersama , main kartu bersama bahkan bermain kereta-keretaan bersama . Kelas yang aneh, asik, seru, sekaligus gokil yang mungkin tidak akan pernah dilupakan penulis .
   Mungkin karena kelas tersebut merupakn kelas penulis di SMP maka suasana yang ditimbulkan juga berupa hal-hal indah yang sangat jarang terjadi .

   Mungkin masa SMP hanya terjadi selama 3 tahun namun kenangan-kenangan indahnya jauh melebihi SD yang terjadi 2 kali lipat dari waktu berada di SMP . DI SMPN 2 banyak guru-guru yang mensupport penulis untuk menjadi murid yang baik secara luar , terutama guru-guru IPS yang selalu berbaik hati merelakan waktunya untuk sekedar memberikan ilmu nya kepada penulis .
   Di kelas 3 ini akhirnya penulis mengikuti ujian-ujian yang bersifat resmi seperti LUAS, UAS, LUAN dan UAN . Penulis bersyukur setelah melihat hasilnya ternyata nilainya lumayan bagus dan dapat prestasi yang membanggakan sekolah.
Pelajaran yang bisa diambil di SMP ialah jangan tidak peduli di alam sekitar .

5. Masa SMA(Sekolah Menengah Atas)



   Setelah lulus dari SMP penulis mencoba mendaftar di beberapa sekolah . Penulis belajar dengan keras agar semua yang diimpikan terjadi . Penulis mencoba mendaftar di SMA Taruna Nusantara , SMA Sampoerna dan SMAN 2 Bandar Lampung.
   Test masuk pertama kali dilaksanakan oleh SMA Taruna Nusantara , penulis terus mempersiapkan semuanya untuk hal itu. Saat test penulis benar-benar pusing bukan main menghadapi soal-soal yang begitu sangat sulit dikerjakan .
   Dalam tempo beberapa hari penulis harus mengetahui jika namanya tak ada di papan pengumuman peserta yang lulus. Hal ini membuat penulis berkecil hati dan meneteskan air mata.
   Semua hal berbau SMA Taruna Nusantara pun penulis coba lupakan dengan mengikuti test untuk masuk SMA Sampoerna. Di test pertama jumlah peserta dari sekolah penulis mencapai 40 orangan . Penulis berlomba dengan yang lainnya untuk mendapatkan itu semua , semua yang tetera di lembar test penulis coba penuhi semua . Hasilnya penulis pun masuk untuk ikut test berikutnya , dari sekolah penulis yang tersisa hanya 6 orang.
   Dalam waktu 4 minggu , SMA Sampoerna pun memanggil penulis untuk mengikuti test kembali . Kali ini test yang dilakukan adalah test tertulis . Test ini dilaksanakan di SMPN 2 Bandar Lampung, banyak siswa dari SMP lain berdatangan untuk mengikuti test tersebut . Semua test penulis kerjakan dengan penuh rasa untuk lolos ke SMA Sampoerna . Setelah selesai , panitia test mengatakan akan ada test wawancara pada besok harinya .
  Sehari telah berlalu, penulis akhirnya mengikuti test wawancara tersebut.
Namun apa mau dikata , penulis pun gagal dalam percobaannya untuk masuk ke SMA Sampoerna .

   Akhirnya penulis menggantungkan harapan terakhirnya untuk SMAN 2 Bandar Lampung. Penulis mengikuti bimbel untuk masuk SMAN 2 Bandar Lampung yang dilaksanakan oleh pihak SMAN 2 Bandar Lampung . Berminggu-minggu penulis mengikuti bimbel tersebut , perjuangan terus dilakukan oleh sang penulis untuk masuk ke SMAN 2 Bandar Lampung .

  Setelah melakukan ribuan persiapan akhirnya penulis pun mengikuti test dengan berani dan yakin bahwa penulis pasti masuk . Test pun dimulai , penulis mencoba mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu baru kemudian mengerjakan soal yang sulit .

   Setelah itu , SMAN 2 Bandar Lampung mengatkan bahwa pengumuman dilaksanakan 2 minggu lagi dan diumumkan melalui website SMAN 2 Bandar Lampung.

   Sambil menunggu pengumuman tersebut penulis memilih SMA-SMA reguler yang ada di Bandar Lampung seperti:

1. SMAN 3 Bandar Lampung

2. SMAN 7 Bandar Lampung

3. SMAN 14 Bandar Lampung



   Setelah waktu berjalan 2 minggu , pengumuman pun terbit , alangkah senang hati sang penulis bahwa nama nya ada di papan pengumuman tersebut .

   Dalam tempo beberapa hari SMAN 2 Bandar Lampung pun memanggil para siswa dan siswi barunya ke SMAN 2 Bandar Lampung untuk mengikuti MOS dan Pra-MOS .

   Dalam MOS kali ini penulis masuk dalam kelompok ‘KAREDOK’ , banyak teman-teman baru yang dapat penulis kenal . Kelompok ini mengikuti semua apa yang diperintahkan oleh panitia , banyak hal yang dilakukan penulis bersama kelompoknya .

   Setelah 6 hari melewati berbagai proses MOS , akhirnya penulis pun resmi menjadi siswa SMAN 2 Bandar Lampung.

Disaat pembagian kelas , penulis masuk di kelas X.8.