Autobiografi
Pada hari Selasa tanggal 6 Agustus 1996 pukul
15.15 WIB di Rumah Bersalin Santa Ana di kota Tanjung Karang lahirlah seorang
bayi berjenis kelamin laki-laki , bayi tersebut diberi nama lengkap Ardian
Sepandra Gupta ,dan itulah saya.
Saya adalah putra dari pasangan suami-istri bernama Candra Gupta
S.sos dan Septiana SPd . Ayah dari saya bekerja di PT. KITITA ALAMI
sebagai Kabag. Operasional dan ibu saya bekerja di SMPN 3 Natar sebagai
Guru . Ayah dari saya berasal dari suku Sumatra Selatan dan ibu saya
berasal dari suku Lampung.
Saya berasal dari keluarga
sederhana dan disiplin , saya di ajarkan cara hidup menjadi seseorang yang
sederhana,bukan berpoya-poya dengan apa yang di miliki, dan bersyukur dengan
apa yang sudah di miliki. saya merupakan anak satu-satunya dalam keluarga.
1. Masa Balita
1. Masa Balita
Saya
lahir dengan memiliki berat 2.8 kilogram dan tinggi 49 cm. Saya pada masa
balita nya tinggal di Natar , Lampung Selatan . Disana banyak hal-hal yang saya lakukan . saya hampir pernah di tabrak mobil truk saat berusia 1
tahunan . Ketika itu banyak orang yang melihat dan spontan teriak atas kejadian
itu .saya dapat merambat dan berdiri pada usia 10 bulan . Dan disaat
penulis berusia 11 bulan , Ia mampu berjalan .
Disaat umur 3 tahun saya pernah mengeluarkan darah dari kepalanya karena
disaat setelah mandi , saya berlari-lari dapat pelipisnya menabrak kaca meja
ruang tamu , spontan ibu saya melihat dan langsung membawanya ke Rumah Sakit
terdekat .
saya sering dibawa oleh tantenya ke rumah nya . Disaat itu mungkin
karena menginginkan seorang anak, saya
yang selalu dibawa nya .
Lalu
pada saat saya berumur 3 tahun , saya pindah ke Raja Basa Permai , Bandar
Lampung . Di daerah sekitar terdapat banyak anak-anak yang berusia sama
denganku , Kami menjalani hidup bersama dan selalu bermain bersama . Kami bukan
golongan anak nakal makanya Kami lebih sering berkumpul di salah satu rumah
Kami untuk bermain , bukan seperti anak-anak lain yang gemar bermain di tempat
yang jauh dan dilarang oleh orang tua. Namun suatu saat Kami pun jarang bermain
bersama lagi karena salah satu dari teman saya sudah ada yang harus belajar
di TkK nya . Karena saya ingin juga bersekolah bersama teman-teman nya maka
akhirnya saya pada tahun berikutnya juga bersekolah di TK yang sama
dengan teman-temannya.
Saya masuk ke pendidikan formal ketika
berusia 3 tahun 10 bulan, saat itu saya dimasukkan di Taman Kanak-Kanak (TK)
Al-Kautsar 2000/2001 tepatnya di kelas 0 kecil . Banyak hal yang terjadi di TK
tersebut , saya diperkenalkan dan belajar banyak hal seperti membaca ,
menulis dan banyak kegiatan lain yang dilakukan.
Setelah melalui rangkaian cerita yang unik dan indah 2 tahun berada di
TK , akhirnya saya melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih
tinggi , yaitu Sekolah Dasar (SD) . Guru-guru di TK AK terbilang galak dan
disiplin dalam hal membina siswanya
saya
ketika SD didaftarkan di SD Swasta Al-Kautsar Bandar Lampung . Di SD Al-Kautsar
ini penulis mendapatkan banyak pengalaman hidup dan banyak teman . Di SD inilah saya tidak hanya di ajarkan tentang nilai-nilai akademik , tetapi di ajarkan
pula pendidikan yang berbasis agama dan nilai toleransi serta sopan santun
terhadap sesama manusia. Ini dikarenakan Yayasan Al-Kautsar memang mengutamakan
pendidikan yang berdasarkan dengan prinsip-prinsip agama Islam .
Di SD
Al-Kautsar ini saya memiliki banyak prestasi , mulai dari selalu mendapatkan
ranking 3 besar sampai bisa menjuarai olimpiade. saya pernah mendapatkan
ranking 1 selama 6 semester berturut-turut , ini merupakan suatu kebanggaan
bagi penulis sebab saya selalu berada di kelas yang berata-ratakan orang cerdas
dan rajin . Lalu prestasi yang tak mungkin dapat dilupakan oleh saya selama
hidupnya yaitu dapat menjadi peringkat 1 olimpiade IPS di sekolah dan berhak
maju sebagai wakil sekolah untuk membela sekolah di tingkat kecamatan . Dan
hasilnya sungguh menyenangkan saya dapat menjadi peringkat 1 dan berhak
mewakili kecamatan Rajabasa di tingkat kota Bandar Lampung . Pada ajang
olimpiade tingkat kecamatan tersebut SD Al-Kautsar dapat menjadi juara umum dan
berhak membawa piala bergilir kembali ke pelukan SD Al-Kautsar. Hal sangat
menyedihkan pun saya alami, saat olimpiade tingkat kota akan dilaksanakan , saya malah mengalami sakit dan kehilangan kesempatan untuk mengikuti
olimpiade tingkat kota tersebut .
Namun saya tetap bersyukur mungkin itu yang terbaik buat saya. saya
merasa bahagia pernah bersekolah di salah satu sekolah terbaik di Bandar
Lampung . Waktu SD saya hanya mengikuti ekskul sempoa atau abacus . Di
ekskul tersebut dari kelas penulis hanya sendirian , karena banya k teman-teman
penulis lebih memilih ekskul yang berhubungan dengan olahraga seperti sepak
bola , bola basket .dan bulu tangkis .
Pada
kelas 4 SD penulis mencoba untuk mengikuti ekskul pramuka , di pramuka saya
hanya mengikuti kegiatan ini dalam waktu 3 minggu , minggu-minggu selanjutnya
tidak mengikuti lagi karena ekskul itu terlaksana pada hari minggu , otomatis
waktu yang digunakan untuk bersantai di rumah pun akan hilang .
saya sering sekali menjadi pemimpin upacara dalam kegiatan-kegiatan
di sekolah , meskipun tidak terlalu populer saya lebih sering menjadi
pemimpin upacara ketimbang teman-teman lainnya.
Saat
kelas 5 SD saya mempunyai teman yang sangat rajin dan pintar . Atas dasar
itu posisi ranking 1 yang tadinya penulis pegang akhirnya dapat direbut . Namun
pengalaman tersebut dijadikan oleh penulis untuk dijadiakan sesuatu yang baik
dan pembelajran untuk masa yang akan datang .
Di
kelas 6 SD saya bertemu banyak teman-teman yang berbeda baik dari tingkah
laku dan cara mengakrabkandirinya .
Akhirnya di hari menjelang kelulusan , nilai pun pun dibagi dan aku
bersyukur atas nilai tersebut , nilai 9,8,9,8,9,8,9 menghiasi SKHU saya .
saya bersyukur pernah bersekolah di SD terbaik di Provinsi Lampung.
Masa SMP ( Sekolah Menengah Pertama)
Masa SMP ( Sekolah Menengah Pertama)
Awalnya untuk masuk ke SMP favorit , saya mencoba mendapat bimbingan
di sekolah yang diajarkan oleh wali kelas . Tapi karena efeknya belum cukup
mampu membuat keyakinan saya untuk dapat masuk SMP favorit maka penulis
mendaftarkan diri di Bimbel Al-Qolam. Guru yang mengajar disana mengajarkanku
untuk selalu berusaha dan berdoa untuk mengejar segala cita-cita yang ada .
Akhirnya setelah mengikuti beberapa TO dan konsultasi penulis
memantapkan pilihan untuk mendaftar di :
1. SMPN
2 B. Lampung
2. SMPN
1 B. Lampung
3. SMPN
22 B. Lampung
Dengan rasa percaya diri yang tinggi saya akhirnya mengerjakan
soal-soal yang terbilang gampang-gampang susah tersebut . Setelah 120 menit
mengerjakannya , selesailah waktu untuk mengerjakannya .
Dalam
waktu kosong menunggu hasil test , saya melalukan rekreasi ke Kubah Emas . Jalan-jalan
tersebut benar-benar dapat menghilangkan beban yang ada di kepala tentang
bagaimana hasil test tersebut . Namun seiring berjalannya waktu , beban-beban
itu muncul kembali dengan sendirinya .
Setelah 2 minggu , dikabarkan hasil test akan keluar semua sanak-saudara
penulis berharap penulis dapat masuk di sekolah yang terbaik.
Hari
pengumuman pun tiba dengan harap-harap cemas saya mencari namanya di koran
Radar Lampung , dan akhirnya ....
‘Alhamdulilah’ , saya dapat masuk SMPN 2 Bandar Lampung , ibu penulis pun sampai meneteskan air mata
haru karena anaknya dapat memenuhi ekspetasi besar yang di titipkan orang tua .
Hal
yang saya lakukan pertama kali di SMPN 2 yaitu menjalankan masa MOS yang
berlangsung selama 3 hari. saya berada pada kelompok Eropa , disaat itu
penulis berusaha menjalankan tugas dengan baik dan tidak melanggar aturan .
Dalam 3 hari semua hal tersebut di kegiatan MOS itu berakhir dan berlangsung
sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh penulis .
Di
kelas 7 tepatnya 1 SMP penulis masuk di kelas 7B , dikelas ini banyak sekali
kenangan yang indah dan buruk . Disini penulis mengenal banyak orang-orang yang
berasal dari sekolah yang berbeda . Lambat tapi pasti mulai terjain keakraban
diantara penulis dan teman-temannya . Kelas yang tadinya adem-ayem menjadi
kelas yang super ribut dibandingkan kelas lain .
Di
semester 1 nilai rapor saya lumayan kacau , saya berada pada peringkat 12
di kelas , sungguh itu adalah pukulan telak yang begitu dalam efeknya bagi saya . Kemauan belajar yang tadinya angin-anginan pun berubah menjadi konsisten
. saya berusaha mendapatkan nilai-nilai yang tinggi di semester 2 nya ,
alhasil di semester 2 saya pun memantapkan dirinya sebagai yang terbaik
dengan mendapatkan ranking 1 di kelas . Sungguh senang hati saya ketika itu
dan syukur selalu dipanjatkan untuk Alllah SWT.
Di
kelas 8 SMP , penulis masuk di kelas 8.C dikelas ini banyak hal yang bisa
diingat kembali mulai dari lelucon nya sampai kekesalannya .
Di
kelas 9 SMP , ini mungkin masa yang tak akan habisnya jika dikupas terus
menerus . Belajar bersama , tidak mengerjakan PR bersama , main kartu bersama
bahkan bermain kereta-keretaan bersama . Kelas yang aneh, asik, seru, sekaligus
gokil yang mungkin tidak akan pernah dilupakan penulis .
Mungkin karena kelas tersebut merupakn kelas penulis di SMP maka suasana
yang ditimbulkan juga berupa hal-hal indah yang sangat jarang terjadi .
Mungkin masa SMP hanya terjadi selama 3 tahun namun kenangan-kenangan
indahnya jauh melebihi SD yang terjadi 2 kali lipat dari waktu berada di SMP .
DI SMPN 2 banyak guru-guru yang mensupport penulis untuk menjadi murid yang
baik secara luar , terutama guru-guru IPS yang selalu berbaik hati merelakan
waktunya untuk sekedar memberikan ilmu nya kepada penulis .
Di
kelas 3 ini akhirnya penulis mengikuti ujian-ujian yang bersifat resmi seperti
LUAS, UAS, LUAN dan UAN . Penulis bersyukur setelah melihat hasilnya ternyata
nilainya lumayan bagus dan dapat prestasi yang membanggakan sekolah.
Pelajaran yang bisa diambil di SMP ialah
jangan tidak peduli di alam sekitar .
Setelah
lulus dari SMP penulis mencoba mendaftar di beberapa sekolah . Penulis belajar
dengan keras agar semua yang diimpikan terjadi . Penulis mencoba mendaftar di
SMA Taruna Nusantara , SMA Sampoerna dan SMAN 2 Bandar Lampung.
Test
masuk pertama kali dilaksanakan oleh SMA Taruna Nusantara , penulis terus
mempersiapkan semuanya untuk hal itu. Saat test penulis benar-benar pusing
bukan main menghadapi soal-soal yang begitu sangat sulit dikerjakan .
Dalam
tempo beberapa hari penulis harus mengetahui jika namanya tak ada di papan pengumuman
peserta yang lulus. Hal ini membuat penulis berkecil hati dan meneteskan air
mata.
Semua
hal berbau SMA Taruna Nusantara pun penulis coba lupakan dengan mengikuti test
untuk masuk SMA Sampoerna. Di test pertama jumlah peserta dari sekolah penulis
mencapai 40 orangan . Penulis berlomba dengan yang lainnya untuk mendapatkan
itu semua , semua yang tetera di lembar test penulis coba penuhi semua .
Hasilnya penulis pun masuk untuk ikut test berikutnya , dari sekolah penulis
yang tersisa hanya 6 orang.
Dalam
waktu 4 minggu , SMA Sampoerna pun memanggil penulis untuk mengikuti test
kembali . Kali ini test yang dilakukan adalah test tertulis . Test ini
dilaksanakan di SMPN 2 Bandar Lampung, banyak siswa dari SMP lain berdatangan
untuk mengikuti test tersebut . Semua test penulis kerjakan dengan penuh rasa
untuk lolos ke SMA Sampoerna . Setelah selesai , panitia test mengatakan akan
ada test wawancara pada besok harinya .
Sehari
telah berlalu, penulis akhirnya mengikuti test wawancara tersebut.
Namun apa mau dikata , penulis pun gagal dalam
percobaannya untuk masuk ke SMA Sampoerna .
Akhirnya penulis menggantungkan harapan terakhirnya untuk SMAN 2 Bandar
Lampung. Penulis mengikuti bimbel untuk masuk SMAN 2 Bandar Lampung yang
dilaksanakan oleh pihak SMAN 2 Bandar Lampung . Berminggu-minggu penulis
mengikuti bimbel tersebut , perjuangan terus dilakukan oleh sang penulis untuk
masuk ke SMAN 2 Bandar Lampung .
Setelah melakukan ribuan persiapan akhirnya penulis pun mengikuti test
dengan berani dan yakin bahwa penulis pasti masuk . Test pun dimulai , penulis
mencoba mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu baru kemudian mengerjakan
soal yang sulit .
Setelah itu , SMAN 2 Bandar Lampung mengatkan bahwa pengumuman
dilaksanakan 2 minggu lagi dan diumumkan melalui website SMAN 2 Bandar Lampung.
Sambil menunggu pengumuman tersebut penulis
memilih SMA-SMA reguler yang ada di Bandar Lampung seperti:
1. SMAN 3 Bandar Lampung
2. SMAN 7 Bandar Lampung
3. SMAN 14 Bandar Lampung
Setelah waktu berjalan 2 minggu , pengumuman pun terbit , alangkah senang
hati sang penulis bahwa nama nya ada di papan pengumuman tersebut .
Dalam
tempo beberapa hari SMAN 2 Bandar Lampung pun memanggil para siswa dan siswi
barunya ke SMAN 2 Bandar Lampung untuk mengikuti MOS dan Pra-MOS .
Dalam
MOS kali ini penulis masuk dalam kelompok ‘KAREDOK’ , banyak teman-teman baru
yang dapat penulis kenal . Kelompok ini mengikuti semua apa yang diperintahkan
oleh panitia , banyak hal yang dilakukan penulis bersama kelompoknya .
Setelah 6 hari melewati berbagai proses MOS , akhirnya penulis pun resmi
menjadi siswa SMAN 2 Bandar Lampung.
Disaat pembagian kelas , penulis masuk di
kelas X.8.







0 komentar:
Posting Komentar